World class and industry standard IT services are our passion. We build your ideas True

<<< Show Posts >>>

Berita UJian

PRAMUKA : MEMBENTUK KARAKTER DAN JIWA PEMIMPIN

pramuka

Banyak para aktivis pejuang dan pemimpin lahir dari karakter yang terbentuk dari kegiatan kepramukaan.

Pendidikan ekstra kurikuler kepramukaan memiliki tujuan yang sangat penting untuk membantu meningkatkan kompetensi (nilai-nilai dan keterampilan) peserta didik yang sejalan dan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kepramukaan pada tingkat lebih lanjut diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki minat dan ketertarikan sebagai anggota pramuka.

Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam pendidikan kepramukaan diaplikasikan melalui konsep nilai dan karakter yang terangkum di dalam : Dwi Satya dan Dwi Darma bagi peserta didik usia Siaga ( siswa/siswi Sekolah Dasar/Madrasah), dan aplikasi Tri Satya dan Dasa Darma bagi peserta didik usia Penggalang dan Penegak.

Adapun fungsi dari kegiatan Pendidikan Kepramukaan antara lain :

  1. Membantu Pengembangan Karakter Siswa/siswi.
    Sebagai salah satu bentuk kegiatan ekstrakurikuler, pramuka bertujuan mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
  2. Membangun Tanggung Jawab Sosial Siswa/siswi.
    Pramuka juga bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
  3. Memberi Manfaat Rekreatif / Menghibur.
    Kegiatan ekstrakurikuler pramuka dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan, sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan kepramukaan dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang, sehingga lebih menarik bagi peserta didik.
  4. Membantu Persiapan Karir
    Yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengenalan terhadap berbagai profesi, dan pengembangan kapasitas diri sesuai minat dan bakat siswa/siswi. (MINsaja, dari berbagai sumber)

INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2018/2019

I. SYARAT CALON PESERTA DIDIK BARU MIN 1 JEMBRANA :
1.Telah berusia 6 (enam) tahun s/d 1 Juli 2018;
2.Telah mengikuti pendidikan di RA/TK atau bentuk lain yang sederajat.
3.Memiliki Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir.

II. TATA CARA PENDAFTARAN :
Calon peserta didik baru  MIN 1 Jembrana  dilakukan secara perorangan, dengan membawa syarat-syarat yang telah ditentukan:
1.Mengambil formulir pendaftaran untuk diisi oleh calon pendaftar.
2.Pengambilan formulir dilakukan di madrasah tempat pendaftaran.
3.Menyerahkan kembali formulir yang telah diisi dan ditandatangani dengan kelengkapannya.

III. SYARAT PENDAFTARAN :
1.Mengisi Formulir Pendaftaran
2.Photo Calon Siswa 3 x 4, 3 Lembar
3.Foto Copy Ijasah TK/RA atau sederajat
4.Foto Copy Akte Kelahiran, KK, KTP Orang Tua
5.Membawa Akte Kelahiran ASLI saat pengembalian formulir
6.Formulir dan kelengkapan persyaratan dimasukkan dalam Map warna hijau

III. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Senin – Rabu 16 – 18 April 2018
Pukul 08.00 – 12.00 Wita
Tempat Kantor MIN 1 Jembrana
V. PENDAFTARAN ULANG
Melengkapi administrasimulai 24-25 April 2018 Pukul 08.00 – 12.00 Wita.

Info lebih lanjut … kami menyediakan brosure PPDB Tp. 2018/2019

 

NGOPI BARENG DI MIN 1 JEMBRANA

MIN
Madrasah

Ngopi Bareng bersama Kabid Pendis Bali

MINSAJA– Suasana MIN 1 Jembrana Sabtu, 31/03/2018 terbilang istimewa. Pasalnya moment yang bersamaan dengan perayaan Umat Hindu yakni Tumpek Landep juga digelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam atau Ngopi. Ngopi yang melibatkan sekitar 40 tenaga pendidik dari tiga Madrasah, yakni MIN 1  Jembrana (Yeh Sumbul), MI Nurussalam Medewi dan MI Nurul Islam Pulukan, juga menghadirkan empat narasumber sekaligus.

Keempat narasuber tersebut adalah Kasi Pendidikan Madrasah Tk. Dasar Kanwil Kemenag Prov. Bali Drs. Abu Siri, S.Ag. M.Pd.I, Kabid. Pendis Kanwil Kemenag Prov. Bali. DR. H. Arjiman, M.Pd. Sedangkan dari Kementrian Agama Kabupaten Jembrana dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jembrana I Made Sudarmita, S.Pd, S.Ag, MM. serta Sukur MPd selaku Kasi Pendis Kemenag Kab.Jembrana.

Kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) kali ini mengangkat thema “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di Madrasah”

Thema ini di ilhami oleh UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas,  pada pasal 3 yang mengamanatkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan serta membentuk karakter peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan  NGOPI ini merupakan salah satu kegiatan direktif prioritas Kementerian  Agama Pusat dan Daerah Tahun 2018 disamping juga ada program Mengaji (Mengasah Jati Diri), Ngopi bertujuan untuk memberikan informasi-informasi terkini kepada guru-guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di madrasah sekaligus juga mencari solusi bilamana ada kendala-kendala di lapangan.

Kepala MIN 1 Jembrana Drs. Sumarwan, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter oleh sebagian siswa kita pada saat ini sudah mengalami penurunan, karenanya Pendidikan Karakter merupakan tawaran yang positif dalam mengatasi krisis moral yang tengah melanda generasi muda.

“Khususnya kalangan pelajar dan internalisasi nilai nilai pendidikan karakter di lembaga pendidikan merupakan suatu keharusan, dan madrasah/sekolah merupakan salah satu solusi cerdas dalam mengembangkan nilai nilai pendidikan karakter”. Papar Sumarwan menegaskan.

Kegiatan Ngopi dibuka oleh Kasi Pendidikan Madrasah Tk. Dasar Kanwil Kemenag Prov. Bali Drs. Abu Siri, S.Ag. M.Pd.I. Dalam kesempatan tersebut Abu Siri tampil sebagai narasumber pertama dengan materi Pendidikan Madrasah di Era Global, dilanjutkan dengan Kabid. Pendis KanwilKemenag Prov. Bali. DR. H. Arjiman, M.Pd.

“Terkait dengan nilai nilai karakter siswa maka perlu disetiap  Madrasah melakukan inovasi inovasi Madrasah, yakni Perluasan akses sumber pembiayaan madrasah, pengembangan system penjaminan mutu dan peningkatan layanan madrasah melalui gerakan Madrasah Ceria dan Berprestasi.” Ujar Abu Siri.

I Made Sudarmita, S.Pd, S.Ag, MM. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Jembrana sebagai narasumber ketiga, mengatakan, kebijakan Kementerian Agama Bidang Pendidikan pada Madrasah sangat akomodatif pada keberadaan guru.

“Bersyukurlah kita sebagai guru karena perhatian pemerintah terhadap lembaga madrasah dan guru sudah sangat besar sekali, ini sebuah amanat dan tugas mulia yang harus kita hormati dan kita junjung tinggi.” kata Made Sudarmita.

Kegiatan NGOPI ditutup oleh Kasi Pendis Kemenag Kab.Jembrana Sukur MPd. Keempat Narasumber sepakat bahwa proses internalisasi karakter di Madrasah terjadi

1. Melalui kurikulum formal : Al-Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqh dan SKI,

2. Melaui kurikulum non formal, kegiatan yang berlangsung secara alamiah dan sukarela melalui jalinan hubungan interpersonal antar warga madrasah. Misalnya apel pagi, mengucapkan salam, doa bersama, olah raga bersama, Sholat berjamaah, kerjabakti, istighosah, dan lainnya.

Para peserta merasa senang mengikuti kegiatan ngopi ini karena banyak nilai-nilai,  pengalaman dan hal-hal baru yang mereka dapatkan baik yang bersifat teoritis maupun praktis.

Ditempat terpisah, Kasubag TU Dikpora Kecamatan Mendoyo Ni Nyoman Purnamiati, SE, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di lingkup Kemenag. Terutama dilingkungan Madrasah yang ada diwilayahnya.

Menurut Purnamiati, peran Madrasah dalam  menstressing pengembangan nilai-nilai spiritual dan sosial sangat strategis. Pasalnya Madrasah selain sebagai  lembaga pendidikan konfensional.

Di Madrasah juga sangat kental dengan pendidikan spiritualnya. “Dari lembaga pendidikan yang berbasis agama seperti Madrasah ini saya sangat berharap mampu menjadi pionir pencetak generasi-generasi berkarakter serta berakhlak mulia”. Kata dia penuh harap.

Jadi menurut dia, selain mengajarkan materi pokok sesuai dengan bidang studinya, para guru juga harus mengisinya dengan karakter. Apa yang sesuai dengan tema atau topik pembelajaran di kelas atau terintegrasi dalam pembelajaran.

“Biasanya dari habituasi spiritual dan sosial akan terbentuk karakter yang diiternalisasi pada peserta didik. Dari habituasi ini saya sangat meyakini akan mampu memunculkan generasi yang memiliki jati diri mumpuni”. Pungkas Purnamiati. Opm/min

All the developers of D5 Creation have come from the disadvantaged part or group of the society. All have established themselves after a long and hard struggle in their life ----- D5 Creation Team
www.000webhost.com